BTS Pico, Alternatif Komunikasi Untuk Daerah Pedalaman dan Tertinggal

Denpono.com Sistem telekomunikasi yang berkembang pesat saat ini membawa masyarakat untuk bisa menikmati berbagai macam teknologi komunikasi dan informasi. Sarana telekomunikasi yang berupa telepon kabel (fixed line), telepon seluler (mobile phone), dan internet telah menjadi topik yang sangat menarik. Masyarakat mulai sadar akan perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih, terutama teknologi yang ada pada telepon seluler yang sangat berguna untuk mencari dan mendapatkan informasi dari berbagai dunia.

Telekomunikasi berbasis seluler merupakan salah satu jenis komunikasi bergerak. Telekomunikasi seluler dapat melayani banyak pengguna layanan pada cakupan area geografis atau wilayah yang cukup luas. Sistem ini juga menawarkan kualitas jaringan yang baik dan tidak kalah jika dibandingkan dengan telepon kabel.

Sampai saat ini, sistem telekomunikasi seluler sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun, di Indonesia sendiri perkembangan teknologi ini di lokasi tertentu sama sekali belum terjamah sama sekali. Kendala ini biasanya karena susahnya akses menuju lokasi karena medan geografis yang dilalui sangat berat.


Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas pengaruh teknologi telekomunikasi untuk menunjang kegiatan di masyarakat khususnya dalam lingkup kesehatan dan transportasi.

Tujuan
Menemukan solusi masalah ibu hamil dan bayi di daerah terpencil.

Rumusan Masalah
Menurut data dari kementrian kesehatan, Angka kematian ibu hamil dan atau bayi yang berada di kandungan masih cukup tinggi terutama di daerah desa-desa yang aksesnya ke kota sangat jauh dan sarana transportasi belum baik atau memadai. Pemerintah menunjuk anda untuk menyelesaikan permasalah ini karena anda adalah seorang mahasiswa USM yang memiliki latar belakang ilmu di bidang teknologi system telekomunikasi. Buatlah solusi atas permasalahan tersebut, sesuai dengan latarbelakang keilmuan yang Anda miliki.

Analisa Pembahasan
Pada kasus pertama, masalah utama yang di hadapi adalah kesehatan ibu hamil dan bayi yang ada di daerah tertinggal. Selain masalah infrastruktur untuk akses ke lokasi , juga terkendala masalah telekomunikasi. Untuk menangani persoalan ini, terdapat dua pilihan. Yaitu, perbaikan infrastruktur jalan atau sarana telekomunikasi yang memadai.

Namun apabila keduanya dapat terealisasi maka akan lebih baik. Tetapi karena sifatnya darurat maka sarana telekomunikasi akan lebih diutamakan. Bayangkan apabila di suatu daerah terpencil memiliki sarana telekomunikasi yang cukup baik, maka pertukaran informasi antara kota pusat dan daerah terpencil akan seimbang. Sehingga diharapkan kebutuhan keutuhan medis didaerah tersebut khususnya untuk ibu hamil dan bayi lebih baik.
            
Salah satu acuan untuk peningkatan sarana telekomunikasi di daerah tersebut adalah harus sederhana, minim perawatan mengingat lokasi yang sulit dijangkau. Teknologi yang dihadirkan ini juga dapat dijadikan program pemerataan dan jika perlu menggandeng provider – provider agar wacana ini mudah terealisasi

Metodologi
Salah satu upaya untuk menangani kasus tersebut maka perlu suatu teknologi telekomunikasi yang mampu menembus daerah2 terpencil. Pemerintah perlu menerepkan atau menggandeng teknologi y ang digunakan dalam program Merah Putih milik Telkomsel. Dimana Telkomsel menghadirkan layanan telekomunikasi di wilayah terpencil dan pulau terluar Indonesia, seiring kesuksesan Telkomsel dalam mengimplementasikan inovasi teknologi baru. Yakni BTS Pico via satelit VSAT IP (Internet Protocol) berbasis teknologi selular berkonsep " Remote Solution Sistem" yang pertama di Indonesia, bahkan diklaim pertama di dunia.

Teknologi yang di manfaatkan adalah Teknologi GSM dengan rekayasa hasil karya anak bangsa dalam memanfaatkan teknologi Antena Tracking serta Applikasi Satelit ditambah dengan Teknologi Power Supply , sehingga lebih simpel dan efektif digunakan di area terpencil bahkan di kapal yang bergerak sekalipun.

Setiap daerah daerah terpencil perlu dibangun BTS Pico, agar pertukaran informasi tetap berjalan dengan baik. Maka, dengan teknologi tersebut, unit pelayanan kesehatan di daerah daerah terpencil bisa selalu menginformasikan kebutuhan obat dan alat kesehatan yang mereka perlukan. Sehingga dengan demikian diharapkan bisa mengurangi kematian ibu hamil dan bayi.


Kelebihan
  • BTS pico memiliki ukuran yang mini, yaitu seukuran laptop. 
  • Hemat daya atau hanya membutuhnya daya yang sangat kecil. 
  • Sangat cocok untuk digunakan di daerah terpencil.
  • Mampu digunakan untuk komunikasi suara dan sms. Bahkan bisa ditingkatkan agar bisa digunakan untuk layanan internet.
Kelemahan
  • BTS pico hanya bisa mengcover area yang sangat kecil
  • Biaya agak mahal karena menggunakan teknologi baru dan satelit.

Kesimpulan
Pemerintah perlu menerepkan atau menggandeng teknologi y ang digunakan dalam program Merah Putih milik Telkomsel. Dimana Telkomsel menghadirkan layanan telekomunikasi di wilayah terpencil dan pulau terluar Indonesia, seiring kesuksesan Telkomsel dalam mengimplementasikan inovasi teknologi baru. Yakni BTS Pico via satelit VSAT IP (Internet Protocol) berbasis teknologi selular berkonsep " Remote Solution Sistem" yang pertama di Indonesia. Maka, dengan teknologi tersebut, unit pelayanan kesehatan di daerah daerah terpencil bisa selalu menginformasikan kebutuhan obat dan alat kesehatan yang mereka perlukan.


Nah, jadi seperti itu sob pembahasan artikel BTS Pico, Alternatif Komunikasi Untuk Daerah Pedalaman dan Tertinggal. Artikel ini adalah salinan dari tugas kampus yang Denpono tulis ulang agar lebih enak dibaca. Sekedar informasi bahwa ini aslinya sebuah laporan asistensi dosen, jadi agar dimaklumi kalau bahasanya formal. 
Ya sudah sampai disini dulu, apabila artikel ini bermanfaat silahkan klik tombol share dan jangan lupa komen dibawah ya.

0 Response to "BTS Pico, Alternatif Komunikasi Untuk Daerah Pedalaman dan Tertinggal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel