Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Mengenal Apa Itu Reksadana? Keuntungan, Resiko dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Reksadana? Keuntungan, Resiko dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Reksadana - Masyarakat modern identik dengan gaya hidup konsumtif. Jika terus begitu maka berapapun penghasilannya pasti akan selalu habis. Sekarang sudah saatnya Anda memikirkan investasi untuk kebutuhan masa depan. Salah satunya yaitu dengan mengenal apa itu reksadana dan ulasan terkait.

Apa Itu Reksadana?

Mencari tahu apa itu reksadana adalah langkah pertama yang harus Anda ambil sebelum benar-benar melakukan investasi. Coba pahami dengan menyimak beberapa pengertiannya di bawah ini:

1. Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Th. 1992

UU pasar modal nomor 8 Th. 1992 menyebutkan bahwa reksadana, yaitu wadah untuk mengumpulkan dana dari investor lalu manajer investasi yang akan menginvestasikannya ke dalam portofolio efek.

2. Wikipedia

Sementara itu menurut Wikipedia Reksa dana merupakan, wadah dan pola pengelolaan dana bagi para pemodal untuk berinvestasi dalam instrumen investasi dengan membeli unit penyertaan di pasar reksa dana.

3. Secara Umum

Ini merupakan salah satu wadah untuk mengumpulkan dana dari para investor atau pemodal, selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek (surat-surat berharga seperti obligasi, saham, tanda bukti utang, dan lain sebagainya).

Reksadana sangat cocok bagi pemodal kecil yang waktu dan keahliannya untuk berinvestasi cukup terbatas. Sebab, seorang manajer investasi akan membantu semua proses pengelolaannya. Anda sebagai investor hanya perlu menaruh sejumlah dana serta memilih jenisnya saja.

Beberapa Keuntungan dan Resiko

Sama seperti investasi lainnya Reksa dana juga memiliki keuntungan serta resiko sendiri sesuai prinsip high risk - high return bahwa semakin besar resikonya maka keuntungannya juga akan lebih banyak. Berikut penjelasannya secara singkat.

Keuntungan:

  • Pengelolaan portofolio dilakukan oleh manajemen profesional
  • Diversifikasi investasi sehingga resikonya juga tersebar
  • Transparansi informasi
  • Memiliki likuiditas tinggi
  • Biaya rendah sehingga lebih efisien
  • Aset tersimpan dengan aman
  • Pilihan investasinya beragam

Resiko:

  • Resiko terjadi wanprestasi jika pihak terkait terlambat melunasi atau bahkan gagal bayar obligasi
  • Risiko likuiditas jika investor menjual saham besar-besaran
  • Resiko perubahan karena pengaruh politik dan ekonomi global
  • Resiko pasar sekaligus globalisasi ketika keadaan ekonomi dalam negeri kurang stabil, jumlah investornya rendah dan saat harga saham di luar negeri sedang menurun
  • Resiko terkait peraturan yang terlalu ketat contohnya seperti pembatasan jumlah investasi

Jenis-jenis Reksa Dana

Investor pemula mungkin bingung harus menginvestasikan dananya kemana, karena terdapat beberapa pilihan. Oleh karena itu sebelum berinvestasi sebaiknya simak 3 jenis reksadana terbuka yang paling populer di Indonesia berikut ini terlebih dahulu:

Jenis Reksa Dana

1. Reksadana Pasar Uang

Reksa dana ini adalah jenis yang menginvestasikan 100 persen dana kepada instrumen pasar uang atau surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun. Contohnya yaitu Deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), bahkan Surat Utang Negara juga termasuk jika due datenya memang kurang dari setahun.

Investasi reksadana pasar uang melalui instrumen likuid sehingga mempermudah Anda untuk mencairkannya. Resiko jenis ini paling rendah daripada yang lain. Namun, sesuai prinsip umum investasi bahwa semakin kecil resikonya maka keuntungannya pun lebih sedikit. Karakteristiknya yaitu:

  • Cocok untuk investasi jangka pendek pelengkap tabungan dan deposito
  • Bebas mengambil dana kapanpun tanpa denda
  • Jangka waktu investasinya fleksibel

Lihat Juga : Pengalaman Investasi Reksadana Pasar Uang dan Cara Menghitung Keuntungannya

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Produk investasi reksa dana pendapatan tetap paling sedikit adalah 80 persen dari nilai aktiva bersih (NAB) sukuk berbasis utang atau obligasi. Potensi imbal hasil serta resikonya relatif lebih tinggi daripada pasar uang namun masih berada di bawah jenis saham.

Mengingat bahwa reksadana pendapatan tetap termasuk dalam investasi jangka menengah maka Nilai Aktiva Bersihnya tidak banyak mengalami fluktuasi atau cenderung stabil. Beberapa Karakteristik jenis ini yang cukup menonjol yaitu:

  • Bebas pajak obligasi sehingga mendapat keuntungan penuh
  • Imbal hasil tidak tetap
  • Cocok untuk investasi jangka menengah 1 – 3 tahun

3. Reksa Dana Saham

Sesuai dengan namanya, reksa dana saham mengalokasikan 80 persen lebih Nilai Aktiva Bersihnya pada portofolio saham perusahaan yang memiliki badan hukum tercatat di bursa efek Indonesia atau luar negeri. Jenis ini menawarkan keuntungan paling tinggi dalam berinvestasi, namun tentu saja resikonya juga tidak kecil.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengawasi langsung jual beli produk Reksa dana saham. Pengawasan tersebut termasuk mengatur perilaku para pelaku investasi dalam melakukan transaksi diantaranya yaitu:

  • Investor dilarang membeli saham bursa efek luar negeri jika informasinya tidak bisa diakses dari Indonesia
  • Batas maksimal investasi hanya 10 persen dari nilai aset reksa dana saham
  • Investor tidak boleh menguasai lebih dari 5 persen dari total modal keseluruhan perusahaan

4. ReksaDana Campuran

Sedangkan untuk jenis reksa dana campuran merupan gabungan dari tiga jenis efek, yaitu saham, surat hutang (obligasi) dan pasar uang (deposito). Beberapa efek instrumen investasi tersebut dikelola oleh manager invertasi lalu dipasarkan dalam bentuk Reksa Dana Campuran.

Beberapa Platform Investasi Reksadana

Dulu, butuh modal uang dan waktu yang tidak sedikit untuk membeli reksadana. Anda harus pergi langsung ke kantor manajer investasi atau datang ke bank. Mungkin tampak sederhana, namun beberapa calon investor kesulitan dengan cara tersebut karena sibuk dan kantor jauh dari tempat tinggal.

Sekarang di zaman digital ini semua sudah serba online tidak terkecuali juga dalam hal berinvestasi. Jika tertarik, hanya dengan modal smartphone dan kuota internet Anda sudah bisa mendaftar melalui beberapa platform investasi reksadana yang bisa menjadi pertimbangkan berikut:

Tokopedia: menyediakan produk reksadana pasar uang dengan modal investasi mulai dari 10 ribuan saja. Pengisian formulir pendaftarannya secara online jadi bisa selesai dalam 5 menit.

Bibit: terdapat fitur Robo Advisor yang akan memberikan rekomendasi investasi berdasarkan profil risiko investor. Keunggulan lain platform ini yaitu gratis biaya komisi.

Lihat Juga : Pengalaman Investasi Reksadana di Bibit

Ajaib: minimal pembeliannya 400 ribu. Anda bisa mengalokasikan dana ke dalam 3 jenis reksadana saham, pendapatan tetap maupun pasar uang.

Bareksa: selain jual beli reksadana platform ini juga menyediakan berita analisis mendalam, data market yang komprehensif serta alat investasi seperti simulator dan kalkulator.

Ipotfund: bekerjasama dengan 100 lebih manajer investasi sehingga produk reksadananya lengkap. Tenang saja ada fitur Go Instant Switching jika Anda berubah pikiran saat memilih.

Mengenal Karakteristik Reksadana

Berdasarkan karakteristiknya reksadana terbagi menjadi 2 golongan yaitu terbuka dan tertutup. Supaya lebih paham mengenai kedua kategori tersebut Anda perlu menyimak penjelasan selengkapnya di bawah ini:

1. Reksadana Terbuka

Inilah reksadana yang ada saat ini yaitu yang bisa Anda jual kembali kepada perusahaan investasi penerbitnya (tanpa harus melalui perdagangan di bursa efek). Harga jual dan Nilai Aktiva Bersihnya sendiri juga masih sama.

2. Reksadana Tertutup

Merupakan kebalikan dari kategori terbuka. Reksadana tertutup yaitu yang tidak bisa Anda jual kembali kepada perusahan penerbit. Unitnya hanya bisa dijual kepada investor lain melalui perdagangan di bursa efek. Harga jualnya pun tidak sama dengan Nilai Aktiva Bersih bisa di atas atau justru di bawahnya.

Lihat Juga :

Demikian ulasan untuk mengenal apa itu Reksadana. Sebenarnya semua orang bisa berinvestasi, namun harus memilih instrumen yang cocok dengan karakter investor. Secara umum investasi ini sendiri lebih minim resiko sehingga sesuai bagi pemodal konservatif maupun pemula. Semoga bermanfaat.

Afif Efendi
Afif Efendi Freelancer & Content Writer di Denpono.com dan beberapa blog lainnya. | Ingin mengenal lebih jauh? Silahkan ikuti saya di tombol sosmed di atas.

Posting Komentar untuk "Mengenal Apa Itu Reksadana? Keuntungan, Resiko dan Jenisnya"