Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Pengalaman Jualan di Shopee dan Cara Dapat Pembeli Pertama

Pengalaman Jualan di Shopee  - Pemilik suatu kisah tentu akan memberikan pelajaran dan hikmah tersendiri tanya bagi pelaku tersebut namun juga banyak pihak lain seperti pendengar dan pembaca. Hal ini pula yang menjadikan pengalaman jualan di shopee penting untuk disimak serta dapat membakar semangat para seller lainnya.

Pengalaman Jualan di Shopee

Awal Mula Jualan di Shopee

Pengalaman ini mengisahkan seorang pria berusia 34 tahun bernama Kurniawan Joko Purnomo. Pria ingin menceritakan awal mulanya berjualan di shopee bukan bermaksud untuk menjual. Melainkan hendak mencari produk berupa tasbih yang diperuntukkan kepada kerabatnya.

pengalaman jualan di shopee oleh Kurniawan Joko Purnomo

1. Peluang yang Muncul Dari Tidak Tersedianya Barang

Pada waktu itu Kurniawan mencari tasbih yang dimaksud oleh saudaranya melalui toko online. Sayangnya barang tersebut tidak tersedia, sehingga pria yang kini tinggal di Bali berinisiatif untuk membelinya di Pasar Sukawati. Namun untuk membeli sebuah tasbih harganya cukup tinggi.

Berbeda dengan membelinya dalam jumlah banyak yang justru lebih murah. Oleh sebab itu Kurniawan memutuskan membeli beberapa tasbih beserta dengan pernak-pernik oleh-oleh khas Bali lainnya. Kemudian pria ini pun membawa pulang hasil belanjaan tersebut.

2. Menjual Sisa Barang Belanjaan yang Tidak Dibutuhkannya

Pria lulusan kuliah yang awalnya berprofesi sebagai programmer ini merasa bahwa jumlah lebih dari barang belanjaannya tidak diperlukan. Dengan adanya hal itu ia pun mencoba untuk jual produknya secara online. Hasilnya pun di luar dugaan.

Produk yang hanya berjumlah beberapa item saja banyak diminati oleh pembeli. Hal ini pun memicu ketertarikan terhadap bisnis online, sehingga membuat Kurniawan dan istrinya memutuskan untuk melanjutkan bisnis tersebut dan mengembangkannya.

3. Meninggalkan Pekerjaan Lama dan Menambah Banyak Produk pada Etalase

Membaca peluang besar dan memahami kebutuhan pelanggan Kurniawan pun memutuskan untuk berhenti sebagai programmer dan fokus sebagai penjual online produk souvenir dan oleh-oleh Bali. Bahkan produknya mulai merambah pada dunia fashion seperti daster mukena dan lain-lain.

Sang istri pun ikut membantu dengan menjadi model dari produk yang dijualnya. Kesuksesan ini pun terus mengalami peningkatan hingga Kurniawan menjadi penjual dengan predikat Star Seller of the Month. Hal ini membuat toko online yang dinamakannya Kampung Souvenir semakin banyak diburu.

4. Meraup Omzet Hingga Ratusan Juta Rupiah dan Menjadi Ketua Kelas Shopee di Bali

Dengan grafik penjualan yang terus meningkat Kurniawan pun berhasil meraup omzet hingga ratusan juta rupiah. Dirinya mengaku bahwa kisaran keuntungan tersebut mencapai Rp 400 juta dengan jumlah 2 tokoh dan 12 karyawan. Kurniawan juga membagi manajemen penjualan pada beberapa bagian.

Tak hanya itu pria ini juga menjadi ketua kelas pada Kampus Shopee di Bali karena prestasi yang luar biasa dan layak dijadikan panutan. Diadakannya kampus atau perkumpulan ini juga untuk membantu para penjual Shopee lain untuk ikut sukses seperti dirinya.

Lihat Juga : Biaya Admin dan Layanan Shopee yang Ditanggung Penjual

Cara Mendapatkan Pembeli Pertama

Pembeli pertama yang didapat oleh Kurniawan merupakan suatu kejutan sekaligus pemantik ide dan keputusan untuk bergelut pada online shop secara maksimal. Dirinya pun tidak menggunakan modal yang terlalu besar pada mulanya, namun cukup menjual beberapa tasbih dan souvenir.

Dengan mengetahui bahwa produk yang dijualnya begitu diminati serta belum banyak dijual, maka bisnis terus dikembangkannya. Kurniawan pun semakin antusias serta menjalankan amanah sebagai penjual sebaik mungkin.

Tips Jualan di Shopee

Berdasarkan kisah di atas Kurniawan juga memberikan tips kepada seluruh penjual maupun calon penjual yang ingin mendapat kesuksesan melalui bisnis online. Adapun tips tersebut terangkum pada poin-poin sebagai berikut.

1. Memproses dan Mengirimkan Barang Sesegera Mungkin

Salah satu karakteristik penjual profesional adalah selalu melakukan proses dan pengiriman barang sesegera mungkin saat permintaan pesanan masuk. Terlebih dengan adanya sistem pemantauan yang membuat pembeli mengetahui lokasi pesanannya secara lebih uptodate.

Kecepatan dan ketepatan dalam mengirim barang akan menumbuhkan kepercayaan serta membangun kredibilitas toko. Kurniawan menyampaikan bahwa Ia melakukan pengiriman setiap harinya sampai pukul 17.00 sehingga pesanan pada hari itu dapat segera diantar ke tujuan.

2. Selalu Mengucapkan Terima Kasih Untuk Membangun Feedback Positif

Kurniawan juga menyampaikan bahwa dirinya tak segan untuk selalu menyelipkan ucapan terima kasih kepada pelanggan atas kepercayaannya membeli di toko online miliknya. Kebiasaan baik ini berpengaruh pada gede positif atau penilaian berbintang yang membuat toko onlinenya semakin dipercaya.

Meski bukan suatu kewajiban namun hal ini terbukti mampu mengangkat toko online milik Kurniawan menjadi yang teratas. Dirinya juga percaya bahwa feedback feedback yang positif tersebut akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan peningkatan penjualan.

Lihat Juga :

Kesimpulan

Melalui kisah sukses diatas dapat diketahui bahwa peluang dapat datang kapan saja, bahkan melalui hal-hal yang sederhana. Namun sudah menjadi tanggung jawab diri sendiri untuk memaksimalkan potensi tersebut serta terus mengelola dan memperjuangkannya. 

Selain itu penting untuk selalu bersikap ramah dan profesional sebagai penjual, karena penilaian dan pengaruh dari pembeli akan menjadi penentu besar dari kesuksesan bisnis. Demikian informasi pengalaman jualan di Shopee dari nol hingga omset ratusan juta. Semoga bermanfaat.

Afif Efendi
Afif Efendi Self Employer & Content Writer di Denpono Media. | Ingin mengenal lebih jauh? Silahkan kirim pesan melalui tombol "Contact" di bawah. Terimakasih ...

Posting Komentar untuk "Pengalaman Jualan di Shopee dan Cara Dapat Pembeli Pertama"